Pengelolaan Limbah Padat (LP) :
Kuantitas LP menentukan
-
Jumlah fasilitas
-
Jumlah peralatan yang dibutuhkan
Satuan Kuantitas
LP :
-
Unit volume : m3
-
Unit berat : ton
Persamaan untuk
menghitung kuantitas LP :
Ped =
2000 T/365P
Ped
: pound per kapita per hari
T : jumlah ton LP yang timbul per tahun
P : populasi dalam daerah dimana LP
timbul
Catatan : 1
short ton = 2000 pound (1lb = 0,4536 kg)
Jakarta :
25.000 m3/hari à 12 juta. à 2 liter/orang/hari
Pengaruh Limbah Padat Domestik (LPD) :
-
Menimbulkan mikroorganisme penyebab
penyakit
-
Penarik dan
pendukung vektor penyakit (tikus, serangga pembawa mikroorganisme)
-
Menimbulkan bau
busuk (akibat degradasi bahan degradable)
-
Menurunkan kualitas estetika lingkungan
-
Mempersempit ruang
yang dapat dipakai untuk kebutuhan lain
-
Pencemaran umum terhadap lingkungan
(lindi : air, tanah, udara dll)
LPD
berpotensi sebagai sumber dari material berguna untuk :
-
bahan baku untuk
memproduksi barang-barang tertentu
-
bahan baku untuk kompos (pupuk kandang)
-
bahan bakar (combustible materials) à
sumber energi.
Komposisi LPD :
·
Bahan organik/dapat terbakar :
-
Kertas
-
Limbah taman
-
Limbah makanan
-
Plastik
-
Bahan organik lain (kayu, tekstil,
karet, kulit, diapers)
·
Bahan anorganik/tak
dapat terbakar :
-
Logam (kaleng
almunium, besi dll)
-
Gelas/kaca,
-
bateri.
-
Pecahan beton, dll
Karakteristik untuk pembakaran :
-
komposisi proksimat :
%
fixed carbon = 100% - % moisture - % ash - % volatile matter
·
komposisi ultimat :
-
karbon
-
hidrogen
-
oksigen
-
nitrogen
à NOx
-
sulfur
à SOx
-
klorin
à HCl, Cl2
LPD
mengandung lebih banyak karbon daripada oksigen karena beberapa faktor :
-
sebagian besar
fraksi plastik dalam LPD terdiri dari polietilen, polisterena, polipropilin
yang sedikit mengandung oksigen
-
serat sintetis
(kategori tekstil) mengandung lebih banyak karbon daripada oksigen dan karet
sedikit mengandung oksigen
-
kertas kualitas
rendah mengandung kuantitas yang signifikan seperti lignin yang mengandung
lebih banyak karbon daripada oksigen
-
Lemak (fats)
mengandung lebih banyak karbon daripada oksigen
Nitrogen
dalam LP utamanya dalam bentuk organik, seperti pada :
-
limbah makanan (protein)
-
potongan rumput ( protein)
-
tekstil (wool, nilon, acrilik)
Klorin (Cl)
terdapat baik dalam bahan organik maupun anorganik :
-
dalam PVC (polyvinylchloride) atau vinil (plastik atau tekstil)
-
sodium klorida
Belerang :
-
dalam gipsum (CaSO4 . x H2O)
Nilai Panas (dry
basis heat value (High Heating Value,
Btu/lb) :
-
kertas :
7587
-
limbah taman : 7731
-
limbah makanan : 8993
-
plastik :
16499
-
Kayu :
8430
-
Overall :
7446
Bioavailability :
-
Mikroorganisme dapat memetabolisme
kertas, limbah taman, limbah makanan, kayu, maka limbah ini diklasifikasikan
sebagai biodegradable.
-
Limbah yang mengandung N tinggi dan
mengandung air seperti limbah makanan, potongan rumput termasuk bahan
putrecible (dapat membusuk) dan mempunyai bioavalibility yang tinggi.
Bahan beracun dalam LP :
·
LP dapat mengandung berbagai macam bahan
beracun yang dihasilkan atau diekstak dari tanah.
·
Sebagian besar
meterial toksik dalam LP dapat termasuk dari salah satu dari tiga kategori :
-
Logam toksik (Hg, Cd, As, Pb, Cu, Sn,
dll)
-
Senyawa organik
toksik, sebagian juga dapat terbakar (senyawa aromatik : benzena, fenol, anilin
dll)
-
Asbestos (serat
asbes) à serat yang kasar dan abrasif
Metode karakterissasi
Tujuan :
Untuk
meningkatkan kinerja manajemen LP, khususnya karakterisasi dapat menentukan :
-
Ukuran, kapasitas dan desain fasilitas
untuk mengelola limbah
-
Potensi untuk recycle atau bagian
composting dari limbah
-
Efektivitas program reduksi limbah,
program recycling, dan disposal material tertentu
Perhitungan Kuantitas Limbah :
M = V
D/2000
M = massa limbah dalam ton
V =
volume limbah dalam yards kubik (data DKK)
D = densitas limbah dalam pound per yard kubik à melalui pengujian. à densitas curah (bulk density)
Implikasi untuk manajemen LP :
-
Reduksi limbah (mengecil timbulan
limbah)
-
Memproses limbah
-
Rekoveri material yang berguna
-
Insinerasi dan rekoveri energi
-
Landfilling (lahan urug)
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) à
disposal
-
Sumber (rumah
tangga) à kantong, keranjang sampai
-
Tukang sampah à
gerobak sampah
-
Dibawa ke TPS
(tempat pembuangan sementara) à kotak sampah (tetap, mobil)
-
Dibawa ke TPA (sanitary landfill à
kompos, biogas (metana, CH4), separasi material, landfill)
Permasalahan pada LPD :
-
Fasilitas kurang
(truk pengangkut, TPS, gerobak sampah) kurang
-
TPA à sulit dicari
(terutama kota besar) à sarat2 tertentu yang harus dipenuhi.
-
Dana masih minim.
Syarat2/pertimbangan lokasi TPA :
·
Geografis/lahan:
-
Jauh dari pemukiman
-
Bukan daerah cekungan, curam,
-
Jauh dari sumber air (tidak ditepi
danau, sungai, sumur penduduk).
-
Lahannya (tanah) stabil
-
Porositas tanah à tidak terlampau berpori (bila terlalu berpori dapat
mencemari air tanah)
-
Terlindung dari
pandangan (tersembunyi), jauh dari jalan umum à Estetika
-
Jauh dari bandara
-
Status tanah pada saat pembebasan
Teknologi Pengolahan LP :
1.
Insinerasi : untuk
material yang dapat dibakar à produk : panas,
abu à dicegah material yang mengandung unsur S, N, Cl à mencemari udara (SOx, NOx, HCl). Bahan pencemar udara dapat ditanggulangi dengan penyerapan
(absorpsi) à larutan kapur, Ca(OH)2.
2.
Digesting
(pemamahan/dicerna) à bahan organik
dicerna oleh mikroorganisme à senyawa yang
lebih sederhana, anaerbik à menghasilkan
CH4 (biogas).
3.
Composting : bahan organik dijadikan kompos (menggunakan
mikroorganisme composting) à produknya : kompos (pupuk kandang)
4.
Recovery à
mengambil kembali material yang masih mempunyai nilai ekonomi.
-
ekstraksi (contoh : CPO dalam lumpur
hasil pengolahan limbah cair pabrik CPO)
-
logam Ag, Au dari
tailing pemurnian tembaga.
-
Kotoran hewan à protein à sumber makanan hewan
-
Fly ash (abu
terbang) à bahan campuran pembuatan beton à bantalan rel kereta api. Abu : SiO2, MgO,
CaO, Al2O3, K2O dll – material pembuatan
semen.
-
Abu à sebagai adsorben : penyerap (diaktifkan dulu, pakai
aktivator, suhu tinggi)
-
Serbuk gergaji à karbonisasi (pemanasan tanpa oksigen menghasilkan arang)
à briket (arang + perekat + air à dicetak/dipress à dikeringkan)
-
Lumpur pengolahan
limbah cair pabrik crumb rubber à pupuk (mengandung unsur N)
Comments
Post a Comment